Follow me

Twett : @bang_ardyan
Facebook : http://www.facebook.com/ardyan.datuak.saidi

01 Februari 2012

Penggalan Sejarah di Tandai..

Tandai, tidak banyak yang tahu dengan kata Tandai. Di Padang, ketika denai tanya pada teman-teman tentang arti kata Tandai, ternyata banyak yang tidak tahu.Tandai berbeda dengan tanda-i..... he he he he. Tandai sepertinya bahasa Minang Bukittinggi. Di Bukittinggi Tandai itu sama dengan jamban, atau tempat buang air besar diatas sungai, kolam atau bandar dengan menyusun 2 batang kayu atau lebih sebagai tempat berpijak dan dindingnya ditutup dengan seng/kain/terpal.

Ada tiga sejarah unik tentang tandai dalam kehidupan Denai.

Pertama, ketika Denai mengikuti perkemahan Lomba Tingka II di Bangkinang tahun 1987. Ketika itu denai bersama teman-teman dari Gugus Depan SMPN Salo telah selesai mendirikan kemah/tenda lalu kami makan. Sehabis makan perut Denai terasa mulas dan ingin buang air besar. Lalu Denai dengan membawa seember kecil air mencari tempat buang air besar yang ternyata sebuah tandai diatas kolam yang airnya sudah kering dan ditumbuhi rumput setinggi kaki. Karena sangat mulas, Denai langsung melepaskan hasrat. Baru saja Denai membuka celana ternyata ada seekor ular bergulung dibawah tandai, sontak Denai meloncat dan lari keluar tandai sembari menarik celana, karena saking kuatnya denai menapak untuk meloncat tandai tesebut roboh dan jatuh kedalam kolam berikut dengan ember yang Denai bawa tadi. Orang-orang yang melihat tertawa terbahak-bahak dan Denai jadi maluuuuuuuu....

Kedua, ketika denai kelas I SMA di Bukittinggi tahun 1989. Denai malam itu menginap dirumah nenek Denai di Kapalo Koto Tigo Baleh. Biasanya denai kost di Tarok Bungo, tapi pada hari sabtu sepulang sekolah denai pulang ke Tigo Baleh tempat Nenek. Sehabis makan malam dan ngobrol-ngobrol sama Nenek tentang cerita orang tua enai yang saat itu berada di Ranai Natuna perut denai terasa mulas. Disamping rumah Nenek ada kolam ikan yang airnya penuh dan sangat dingin kalau malam hari, maklum Bukittinggi ketika itu masih dingin. Tempat buang air besar dikolam itu adalah tandai dan letaknya disudut bagian pinggir kebatas tanah, bukan disamping rumah. Karena gelap dan pikiran yang entah kemana-mana membuat hati denai jadi takut untuk buang air besar di tandai, kemudian denai putuskan buang air besar dipinngir kolam yang dekat dengan dinding rumah, lampu luar denai matikan agar tidak nampak dari pinggir jalan. Denai membuka celana dan berdiri dipinggir kolam lalu ketika hendak jongkok, sreeeetttttt, kaki denai tergelincir karena pinggir kolam itu berlumut dan memang licin....... denai tercebur masuk kolam didinginnya malam Bukittinggi. baju dan celana basah. Yang denai sedihkan lagi dompet denai hilang dalam kolam, padahan didalamnya banyak surat-surat identitas. Setelah berusaha keluar dari kolam, denai langsung ke sumur tempat mandi dan akhirnya terpaksa mandi dimalam hari. Lha tentang dompet itu, pada bulan selanjutnya (kira-kira 1 bulan setelah jatuh) kolam dikeringkan karena mau panen ikan, dan dompet itu ternyata masih ada didasar kolam dan sudah berlumpur. Syukurnya beberapa kartu identitas sudah di press sehingga tidak rusak karena air.

Ketiga, masih ditempat yang sama, dan diwaktu yang berbeda. Malah dihari yang masih sangat sore ketika denai dirumah nenek hendak buang hajat. Sekitar tahun 1991atau 1992 ya, yang jelas Denai ingat sebelum denai tamat SMA. Sore itu denai hendak buang air besar, karena hari masih sore, denai putuskan buang air besarnya di tandai diujung kolam rumah Nenek. Karena ikan dikolam itu sudah besar-besar, jadi tampak saja dari atas tandai ikan itu berebutan mencari posisi...... karena melihat ikan-ikan itu, denai membatalkan buang air besar dan berniat menangkap ikan itu dengan tangguk (apa bahasa indonesianya ya ??) ya semacam alat tagkap ikan lah.baru saja Denai menyosorkan tangguk itu disela-sela tempat berdiri/jongkok “kreeeeek.... cushhhhh”... kayunya patah dan denai tercebur kekolam. Yang parahnya tempat tercebutnya adalah dibawah tandai.... orang yang mendengar dirumah Nenek langsung melihat dan pada menertawakan Denai.... malu dan bauuuuuuu......

Tidak ada komentar: